Kegiatan Rukhyatul Hilal 1 Ramadhan 1446 Hijriyah Pos Observasi Bulan (POB) Lampu Satu Merauke Propinsi Papua Selatan (28/02/2025)
Hilal 1 Ramadan 1446 Hijriyah tidak teramati di Pos Observasi Bulan (POB) Merauke, kompleks Pondok Pesantren DDI Lampu Satu, karena kendala cuaca, Jumat (28/2/2025), bertepatan dengan 29 Syaban 1446 Hijriyah. Awan tebal diiringi hujan membuat pengamatan perdana memanfaatkan gedung POB baru ini terkendala. Sebagaimana diketahui Merauke kini masuk Daerah Otonom Baru (DOB) Provinsi Papua Selatan. Ketua Tim Falakiyah Provinsi Papua Hendra Yulia Rahman menjelaskan bahwa hilal tidak terlihat. "Hasil dari pengamatan kami di Lampu Satu Merauke ini, meskipun ketinggian sudah masuk Imkanur Rukyat yakni 3 derajat, tapi elongasi masih di bawah 6,4 secara standar untuk Imkanur Rukyat, dan didukung cuaca yang kurang bersahabat hilal tidak dapat kita indra di Merauke", jelas akademisi IAIN Fattahul Muluk Papua ini.

Selengkapnya, waktu pengamatan dimulai pada pukul 17:59:05, zona waktu UTC+9. Dengan data perhitungan waktu konjungsi pada pukul 09:44:38, waktu terbenam matahari 17:59:05 dan waktu terbenam bulan 18:14:17, azimuth matahari 261.978°, azimuth bulan 263.381°, ketinggian hilal 3.019°, dan longasi 3.33°, umur bulan 8 jam 14 menit 27 detik, lag 15.22 menit, dan fraksi iluminasi bulan 0.17%.

Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jayapura Moh. Khazin, mewakili Ketua PTA, memberikan sambutan pada saat kegiatan Rukyatul Hilal beliau menyampaikan agar tim untuk ikhlas dalam menjalankan tugas dan apa yang didarmabaktikan menjadi amal jariyah. Turut hadir pada kesempatan ini Ketua Pengadilan Agama Merauke, Suparlan, beserta para hakim, Ketua MUI Kabupaten Merauke, pimpinan Pondok Pesantren DDI Lampu Satu.

